Sabtu, 22 Februari 2014

Pengalaman Saya Menggunakan Pasta Gigi NASA

 

Pasta Gigi NASA merupakan terobosan dari PT. Natural Nusantara untuk memproduksi produk rumah tangga yang selalu kita gunakan setiap harinya. Dengan mengusung latar belakang yang serba organik, otomatis produk yang satu ini juga benar-benar organik (alami) dan tidak mengandung deterjen.

Pasta Gigi NASA mengandung kalsium yang berfungsi memperkuat gigi, juga clove oil yang bermanfaat untuk menghilangkan bau tak sedap, serta flouride yang berguna menjaga email gigi. Tak hanya sampai disitu, Pasta Gigi NASA ini juga mencegah timbulnya gigi berlubang.

Yang saya suka dari pasta gigi ini yakni mengandung minyak aroma alami (seperti minyak cengkeh menurut saya) sehingga sensasi menyikat gigi lebih menyenangkan.


Jumat, 21 Februari 2014

Durian Bawor (Bibit Durian kaki empat)


Durian Berkaki Empat



Karakteristik Durian Bawor

Durian Bawor merupakan durian monthong orange yang memiliki batang yang disambung langsung dengan tanaman durian lain yang menjadi kaki baru dengan berbagai macam tujuan yang salah satunya adalah untuk menambah cepat pertumbuhan tanaman karena serapan unsur hara yang lebih banyak.

Keunggulan Durian Bawor :
  1. Cocok ditanam di dataran rendah (6-600mdpl).
  2. Tidak mudah roboh karena tambahan kaki baru.
  3. Buah sesuai induk karena berasal dari bibit  vegetatif.
  4. Memiliki nilai seni.
  5. Bisa sebagai tanaman pencegah banjir.
  6. Mencegah tanah longsor.
  7. Mempertahankan cadangan muka air.
  8. Usaha penyelamatan lingkungan terhadap pengaruh iklim global.

Cara Penanaman dan Perawatan :
  1.  Persiapan lobang tanam minimal 60cm x 60cm x 60cm.
  2.  Media Tanam campuran pupuk kandang (yang telah dicampur dengan GLIO satu pack per 30 kg pupuk kandang) dantanah dengan perbandingan 1:2.
  3. Jarak tanam ideal lebih dari 8m x 8m.
  4. Pemupukan 3-4 kali setahun
  5. Perawatan yang baik dan intensif akan memepercepat usia berbuahnya tanaman.

Tabel Pemupukan :
Umur (Tahun)Pupuk Kandang (Kg/pohon)NPK Kg/pohonSUPERNASA (Gr/pohon)POWER
NUTRITION
(Gr/pohon)
Frekuensi per TahunPOCNASA+
HORMONIK

Frekuensi Selama Terjangkau

1-230-400.5-1.05-10-3-44-5 TPP/TANGKI
1-2X/BLN

4-675-1501.5-2.510-2010-152-4-
-

7-10200-3001.5-3.010-2015-312-4-
-


PENGATURAN PEMBUAHAN DURIAN
Di pulau jawa umumya musim durian terjadi di bulan November - Februari. Namun pengaturan buah yang kontinyu/tak putus adalah suatu hal yang sangat mungkin terjadi jika segala kebutuhan tanaman tercukupi dengan baik sehingga tanaman akan berbuah sepanjang tahun. Adapun pengaturan yang bisa di lakukan yaitu dengan cara pengaturan membuat blok-blok tanaman dengan dosis pupuk dan waktu yang berbeda sesuai tahapan sehingga efek pemupukan akan berlangsung terus–menerus diantara blok-blok tanaman yang di perlukan. Adapun pupuknya bisa mengacu pada dosis di atas dengan prinsip tetap menjaga kebutuhan tanaman terutama faktor kebutuhan air.

Penyerbukan Durian Bawor
Karena faktor bunga dari jenis yang sama akan berbunga pada waktu yang bersamaan, maka untuk memaksimalkan terjadinya penyerbukan sebaiknya dalam satu areal penanaman tidak hanya satu varietas tertentu, tetapi penanaman di campur dengan varietas yang lain.

Perbedaan Durian Bawor Dengan Jenis Lain
BaworMonthongKaniLokal
Ukuran BuahBesarBesarBesarKecil
Bobot Buah8-15kg10-13kg10kg3.5-6kg
Rasa buahSangat ManisSangat ManisSangat ManisSangat Manis
Daging BuahTebalTebalTebalTIPIS
BijiTipisTipisBesarBesar
Usia3.5-4thn4-5thn4-5thn5thn


Untuk  Pemesanan silahkan hubungi saya. Distributor NASA :

RIZKI AULIA
- 085260699210
- Pin BB 7613F3D3

(gratis ongkos kirim Wilayah Banda Aceh dan Aceh Besar!)

Kamis, 20 Februari 2014

Kemasan Terbaru Crystal X NASA 2013


Kemasan Terbaru Crystal X NASA 2013 - Setelah beberapa kali melakukan pembaruan terhadap kemasan Crystal X, PT. Natural Nusantara (NASA) akhirnya meluncurkan kemasan terbaru Crystal X pada akhir bulan Mei 2013. Kemasan terbaru ini akan menjadi ciri-ciri baru dalam mengenali Crystal X yang asli dari PT Natural Nusantara (NASA). Kemasan terbaru Crystal X ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas dan jaminan keaslian dari Crystal X itu sendiri, sehingga membuat konsumen produk NASA, distributor NASA maupun stockist NASA tidak lagi khawatir tentang beredarnya Crystal X palsu yang sangat berbahaya bagi kesehatan wanita.

Berikut ciri-ciri Crystal X asli terbaru :
Kemasan Terbaru Crystal X NASA ini memiliki ciri baru diantaranya adalah terdapat logo NASA transparan di seluruh badan kemasan. Selain itu terdapat logo Halal dari MUI pada bagian pojok kemasan terbaru Crystal X NASA. Pastikan juga bahwa nomor registrasi produk dan nomor registrasi Badan POM juga tercantum pada kemasan terbaru Crystal X NASA.


Selain ciri-ciri Crystal X asli diatas, kemasan terbaru Crystal X NASA menggunakan plastik mika pada bagian dalam agar lebih higienis. Fisik Crystal X juga lebih besar dan tebal.


Keterangan tambahan :
  • Kemasan Terbaru Crystal X NASA tetap menggunakan sticker hologram NASA (kotak)
  • Kemasan Terbaru Crystal X NASA tetap menggunakan sticker hologram IRU
  • Kemasan Terbaru Crystal X NASA tetap menggunakan kode produk di plastik pembungkus
Untuk pemesanan, silahkan hubungi Distributor Resmi NASA :
RIZKI AULIA
- 085260699210
- Pin BB 7613F3D3
(gratis ongkos kirim Wilayah Banda Aceh dan Aceh Besar!)

Selasa, 18 Februari 2014

Agen Hayati CORRIN

Agen Hayati CORRIN merupakan pestisida biologi atau agens hayati dari PT. Natural Nusantara (NASA) berbasis bakteri Antagonis (Corynebacterium) yang mampu mengendalikan penyakit-penyakit utama pada tanaman padi dan sayuran.

Manfaat Agens Hayati CORRIN

  • CORRIN mampu mengendalikan penyakit Hawar Daun (HDB) atau penyakit Kresek pada padi yang disebabkan bakteri patogen Xamthomonas oryzae
  • CORRIN mampu mengendalikan penyakit Hawar Daun Jingga yang disebabkan oleh Bacterial Red Stripe (BRS)
  • CORRIN mampu mengendalikan penyakit Blast (Pyricularia Oryzae)
  • CORRIN mampu mengendalikan penyakit Bercak Daun (Cercospora)
Agen Hayati CORRIN juga berfungsi untuk mengendalikan penyakit-penyakit layu pada sayuran (Fusarium), Akar Gada pada kobis (Plasmodiophora brassicae) dan Layu pada pisang (Fusarium).

Dosis Anjuran untuk CORRIN

Jenis


Dosis Serbuk


Dosis Cair


Cara


Waktu


Benih


2-4 gr/lt


5 cc/lt


Rendam


Sebelum semai


Padi


2-4 gr/lt


5 cc/lt


Semprot


14, 28 & 42 HST


Sayuran


3-5 gr/lt


5-10 cc/lt


Semprot


10-20 hari sekali



Keterangan:
  • Perendaman benih selama + 15 menit
  • Penyemprotan paling baik dilakukan sore hari
  • Jangan mencampur CORRIN dengan pestisida kimia
  • Sprayer dibersihkan dari sisa-sisa pestisida kimia sebelum digunakan
Agens Hayati / Pestisida Biologi CORRIN tersedia dalam 2 kemasan, yaitu:
  1. Kemasan Serbuk 100gram
  2. Kemasan Cair 500cc
Harga : Rp. 40.000,-

Untuk pemesanan, silahkan hubungi Distributor Resmi NASA :
RIZKI AULIA
- 085260699210
- Pin BB 7613F3D3

Senin, 17 Februari 2014

Manfaat Viterna (Vitamin Ternak)


1. Bagaimana Mekanisme kerja Viterna dalam menunjang pertumbuan dan produktifitas ternak?
Jawab:
Viterna adalah suplemen nutrisi murni yang siap diserap oleh dinding usus halus sehingga tidak diperlukan lagi proses pencernaan terhadap Viterna. Setelah Viterna diserap oleh dinding usus halus akan mengalami metabolisme yang normal seperti nutrisi yang diperoleh dari pakan. Penambahan Viterna ke dalam ransum bearti menambah kuantitas dan kualitas pakan yang diberikan.

2.Untuk ayam pedaging berapa dosis dan cara pemberiannya?
Jawab:
Cara pemberian melalui air minum dengan dosis 1-2cc/liter air minum(diberikan dari DOC masuk hingga panen).

3.Bagaimana aplikasi pemberian Viterna pada ayam petelur(layer), apakah tidak berpengaruh negatif terhadap produksi telur karena jika terjadi kegemukkan produksi turun?

Jawab:
Viterna merupakan produk yang diformulasikan untuk memacu pembentukan protein tubuh, jadi lebih spesifik untuk ternak yang menghasilkan produksi daging, namun demikian juga dapat bermanfaat untuk ayam petelur, hanya apliasinya harus tepat. untuk ayam petelur yang sudah produksi, dosisnya hanya 1cc/liter air minum/3-5hari sekali. hal itu untuk menghindari terjadinya obesitas atau kegemukkan ayam yang dapat menurunkan produksi. untuk masa pembesaran hingga menjelang masa produksi dosis dan aplikasinya dapat disamakan dengan ayam pedaging.

4. Apa manfaat Viterna pada sapi potong?

Jawab:
Beberapa pengaruh positif pemberian Viterna dalam ransum sapi Potong adalah:
Peningkatan nafsu makan sapi hal ini disebabkan terjadinya peningkatan aktifitas enzim-enzim penrencanaannya,peningkatan pembentukan daging sehingga pertambahan badan perhari (ADG=average Daily Gain) menjadi meningkat terutama pada sapi dengan ransum yang kekurangan nutrisi berkualitas(misalnya hanya diberi jerami padi dan rumput liar). pengurangan pembentukan lemak tubuh baik lemak daging(marbeling) maupun lemak yang disimpan di jaringan dan dibawah kulit (gajih) dan daya tubuh meningkat karena kelengkapan nutrisi yang dikonsumsi.

5. Bagaimana manfaat VITERNA pada ternak ayam pedaging atau Broiler?

Jawab:
Manfaat yang diperoleh adalah mempercepat pertumbuhan ayam sehingga masa panen lebih cepat, menurunkan angka FCR sehingga menurunkan proposi biaya pakan, meningkatkan daya tahan tubuh ayam, peningkatan kualitas daging dalam hal penigkatan kadar protein, penurunan kadar lemak dan kolesterol serta rasa yang lebih enak, kotoran lebih kering dan bau berkurang sehingga menurunkan populasi lalat.

6. Bagaimana pengaruh VITERNA terhadap kualitas daging, parameter apa yang digunakan?

Jawab:
VITERNA dapat menigkatkan produktivitas ternak baik secara kuantitas dan kualitas. Secara kuantitas ditandai dengan pertumbuhan ternak yang lebih cepat sehingga masa panen dapat dipersingkat. Secara kualitas diukur dari kadar protein dan kolesterol daging serta rasanya. Hasil analisa laboratorium dari percobaan di lapangan menunjukkan bahwa:
- Daging tanpa VITERNA :
kadar protein : 20,78 % dan kadar kolesterol 206,78 mg/100 gr
- Daging dengan VITERNA :
kadar protein : 22,37 % dan kadar kolesterol 193 mg/100gr
Sehingga dapat disimpulkan daging dengan VITERNA lebih baik dan sehat dari pada yang tidak menggunakan VITERNA disamping itu dengan kadar protein yang lebih tinggi maka secara fisik tekstur daging lebih padat dan rasanya lebih enak hampir menyerupai rasa daging ayam jawa atau kampung.

7. Apakah yang disebut dengan FCR dan Bagaimana pengaruh pemberian VITERNA FCR tersebut?

Jawab:
FCR adalah singkatan dari Feed Convertion Ratio merupakan satuan untuk menghitung efisiensi pakan pada budidaya pembersaran atau penggemukan.
Rumus menghitungnya adalah : FCR = Jumlah pakan : Bobot hidup total
Semakin kecil angka FCR maka semakin baik pakan yang diberikan. FCR juga dapat digunakan untuk memprediksi besarnya keuntungan atau kerugian karena biaya pakan mempunyai proposi terbesar dalam struktur pembiayaan budidaya, yaitu bisa mencapai 80%

Untuk pemesanan, silahkan hubungi Distributor Resmi NASA :
RIZKI AULIA
- 085260699210
- Pin BB 7613F3D3
(gratis ongkos kirim Wilayah Banda Aceh dan Aceh Besar!)

Kamis, 13 Februari 2014

usaha meningkatkan sawit

Usaha Meningkatkan Produksi Sawit

Sawit sebuah harapan dan realita dari salah satu produk perkebunan di negeri ini. Luas perkembangan lahan sawit terus bertambah di era 80-90 an dengan pembukaan lahan-lahan baru berjuta hektar di Sumatra, Kalimantan, dan Papua,sementara target untuk merajai produksi dunia tak kunjung terbukti, bahkan bencana ekologi yang datang akibat pembukaan hutan untuk areal-areal tersebut. Lalu tidak adakah cara lain selain membuka hutan dan menambah luasan tanaman ini?

Data Dirjen pertanian menunjukkan bahwa produksi aktual tanaman sawit ini masih jauh dari potensi yang seharusnya bisa dicapai. Produktivitas per hektar aktual baru mencapai angka 1200 kg/ha/th, dari potensi 2000 kg, sehingga masih ada angka 800 kg sbg “cadangan atau bisa dikatakan losses produksi” yang tidak kita manfaatkan. Angka itu akan sangat besar bahkan mampu mengalahkan jumlah produksi negara lain jika itu mampu kita ambil dari sekian ratus ribu hektar areal kelapa sawit kita baik perkebunan rakyat maupun BUMN dan PMA.
Lalu apa dan bagaimana kita memulai langkah untuk mendapatkan kembali cadangan atau kehilangan tersebut?
1. Memulai menanam dengan jenis atau varietas bibit bersertifikat dari produsen bibit yang telah diakui mutunya.
2. Lakukan perawatan tanaman, dengan sanitasi /Pruning 9 bulan sekali (periodik), Pruning selektif (untuk TBM) dan Kastrasi untuk TBM 3, agar mendapatkan tanaman muda yang baik. 
3. Panen dengan bersih (pengutipan Brondolan ) dan jangan sampai pelepah sengkleh ataupun membentuk” gantungan baju”, yang dapat mengakibatkan brondolan tersembunyi diketiak daun dan tumbuh menjadi kenthosan (gulma).
4. Pengendalian hama dan penyakit. Banyak perusahaan yang telah menggunakan musuh alami untuk pengendalian hama tikus, yaitu dengan mengembangkan species burung hantu ( Tito Alba)
5. Pemupukan. Antara lain memberi pupuk seimbang baik makro maupun mikro dengan, jenis, dosis, sasaran, waktu, dan macam pupuk sehingga terpenuhi kebutuhan unsur hara tanaman.



Khusus untuk pemupukan dengan Teknologi Organik NASA yaitu POC NASA, HORMONIK, SUPERNASA, dan POWER NUTRITION, terbukti telah mampu meningkatkan produksi hingga 40-60 % hampir di semua tanaman budidaya, sehingga prospek meningkatkan produktivitas pertanian kita hingga mencapai angka potensi yang sesungguhnya tinggal pada kemauan kita. Pilihannya hanya tinggal mau atau tidak untuk mendapat untung?

Untuk pemesanan, silahkan hubungi Distributor Resmi NASA :
RIZKI AULIA
- 085260699210
- Pin BB 7613F3D3

(gratis ongkos kirim Wilayah Banda Aceh dan Aceh Besar!)

Budidaya Tomat Cherry

BUDIDAYA TOMAT CHERRY SECARA HIDROPONIK
DI SCREEN HOUSE 

 
(Pusat Inkubator Agribisnis BBPP Lembang)
By. *Hage*



SEBELUM ANDA MULAI Hal-hal penting sebelum mengambil keputusan untuk memulai budidaya tomat cherry secara hidroponik diantaranya yang perlu kita perhatikan yaitu: persiapan nursery, persemaian, pemilihan varietas, penanaman (transplanting), pengendalian hama penyakit, pemupukan, panen dan pasca panen, serta pemasarannya.
Ada beberapa hal yang harus Anda tanyakan pada diri Anda sendiri SEBELUM ANDA MULAI melakukan usaha tersebut, antara lain :
  • Mengapa Anda ingin mulai dalam bisnis ini? Dalam situasi ini ada asumsi bahwa kita mulai karena ini mendapatkan hasil  keuntungan.
  • Apakah lokasinya cocok untuk tanaman tomat cerry? Syarat tumbuh pada ketinggian kurang lebih 700 - 1.200 m dpl, suhu siang hari 28 derajat Celcius, suhu malam hari 18 derajat Celcius, persediaan air cukup, tidak jauh dari pasar dan sebagainya.
  • Siapa yang akan mengurus kebun dari hari ke hari? Seseorang yang mempunyai skil dalam hal teknis, sosial dan manajemen akan melakukan rutinitas pekerjaan ini dan tidak takut tangan dan pakaiannya menjadi kotor.
  • Seberapa besar Anda akan mulai? Tentunya tergantung berapa banyak uang yang Anda punya, kualitas dan pengalaman dari SDM Anda, tingkat teknologi yang akan digunakan dan sebagainya.
  • Kapan Anda akan mulai? Setelah melakukan penelitian kelayakan teknis dan ekonomis secara serius.  Jangan terlalu cepat percaya pada informasi yang baru Anda dengar atau kepada spesialis yang baru Anda kenal.
  • Berapa besar Anda harus berinvestasi? Tergantung beberapa hal seperti teknologi, kualitas sarana produksi yang Anda gunakan, lokasi manajemen, konsultan, supplier, dan lain-lain.
  • Investasi dan biaya operasional untuk tahun pertama sekitar Rp.150.000,- s/d 300.000,- per meter persegi bahkan bisa lebih besar.
  • Hasil keuntungan bisa mencapai 50 s.d 150 % dari biaya produksi  yang dikeluarkan dalam setiap musim.


PERSEMAIAN
Dalam melakukan persemaian hampir sama dengan komoditi lainnya, tomat cerry dengan sistem hidroponikpun dilakukan pembibitan terlebih dahulu. Periode pembibitan merupakan awal dari sistem bercocok tanam yang sangat penting karena akan menentukan berhasil tidaknya tanaman pada masa produksi.

A.   Persiapan
Sarana, alat dan bahan yang harus dipersiapkan adalah Green house, Nursery, Tray semai/wadah, Benih (contoh benih tomay cerry yang ada), Media semai (Rockwool-Grodan, arang sekam(Sekam bakar), pasir, dll), Thermometer dan Hygrometer, Pinset, Ruang semai dan Alat semprot (hand sprayer).
bbppl-tomat cherry2.jpgbbppl-tomat cherry3.jpgbbppl-tomat cherry4.jpgbbppl-tomat cherry5.jpg


B. Faktor-faktor Yang Mempengaruhi
Ada beberapa faktor yang mempengaruhi keberhasilan dalam  budidaya tomat cerry, diantaranya; 1) kontruksi dari Green house harus disesuaikan dengan ketinggian tempat, 2) persemaian/pembibitan antara lain Kualitas benih, Jenis media yang digunakan, 3) Suhu dan Kelembapan, intensitas cahaya dan 4) Teknis pembibitan.



C. Teknis Pembibitan
  1. Benih terlebih dahulu direndam dengan air hangat kuku selama � 30 menit, sambil menunggu kita bisa menyiapkan media semai yang akan digunakan.
  2. Basahi media dengan air bersih dan pastikan media basah sampai merata dan biarkan sesaat agar air siraman yang berlebihan menetes. 
  3. Buat lubang kecil pada rockwool-Grodan (apabila menggunakan Rockwool) atau garitan kecil yang saling berpotongan pada Sekam (apabila menggunakan sekam bakar) sehingga membentuk bujur sangkar dengan jarak � 2 Cm. 
  4. Letakkan benih satu persatu pada setiap lubang dengan posisi calon lembaga (titik tumbuh menghadap kebawah � 0,5 Cm dengan menggunakan Pinset, setelah semua benih disemai kemudian tutup dengan plastik mulsa. 
  5. Benih akan berkecambah dalam waktu � 4 - 7 hari, Plastik mulsa dibuka kemudian bibit dipindahkan ke tempat yang ada sinar dengan tetap menjaga suhu dan kelembaban. 
  6. Bibit dengan koteledon tumbuh sempurna, dipindahkan kepolybag 15 x 15 Cm yang telah dibasihi dengan larutan nutrisi dengan EC. 1,5 mS/Cm dan pH. 5.5. 
  7. Pemeliharaan dipersemaian/pembibitan meliputi Penyiraman,1-2 kali sehari (tergantung Cuaca, Fase pertumbuhan bibit, dan media yang digunakan), Pengendalian hama dan penyakit selama di nursery dan yang tak kalah pentingnya adalah pengaturan kembali jarak antar tanam agar daun tanaman tidak saling menutupi. 
  8. Bibit siap tanam ke greenhouse produksi setelah berumur � 21 hari di polybag atau sudah berdaun � 5 hilai.
PERSIAPAN TANAM DAN TRANSPLANTING
Setelah bibit siap untuk dipindahkan ke greenhouse ada beberapa hal yang harus dilakukan/dipersiapkan sebelum transplanting:
A.  STERILISASI GREENHOUSE 
Sterilisasi dilakukan dengan tujuan untuk membersihkan seluruh greenhouse dari mikroorgnisme (telur/larva, virus, bbppl-tomat cherry25.jpgbakteri dan fungi) yang dapat merugikan tanaman. Ada beberapa bahan yang sering digunakan dalam sterilisasi antara lain lysol, formalin dan beberapa jenis pestisida, yang dalam penggunaannya biasa dilakukan dengan cara:
  • Formalin 5% disemprotkan ke seluruh bagian greenhouse dengan konsentrasi 5 cc/liter air
  • Dalam waktu �4-5 hari setelah penyemprotan formalin disusul dengan penyemprotan pestisida (insektisida dan fungisida) dan diulang sampai 2-3 kali.
  • Sehari sebelum media tanam ditata, greenhouse disemprot dengan larutan lysol dengan konsentrasi 3-5 cc/ liter air.
  • Instalasi bak desinfektan kaki supaya penyakit tidak bisa dibawa ke dalam screenhouse.
B.  PERSIAPAN TANAM
  • Sebelum media ditempatkan, terlebih dahulu media dimasukkan kedalam polybag atau plastik slab atau pot.
  • Bila menggunakan plastik slab, ukuran yang biasa digunakan adalah 100 x 25 cm dan jika menggunakan polybag, ukurannya 35 x 40 cm
  • Media yang biasa digunakan adalah sekam bakar, rockwool-grodan atau cocopeat.
  • Kemudian media tersebut ditata didalam screen house sesuai dengan jarak tanam yang diinginkan (pada umumnya menggunakan jarak tanaman  antar bedengan � 100 cm dan antar tanaman � 50 cm).
  • Buat lubang tanam dengan diameter � 15 cm pada permukaan slab (jika menggunakan sistem slab) apabila menggunakan polybag buatlah lubang tanam sesuai dengan besarnya polybag yang digunakan untuk pemeliharaan dinursery.
  • Media dibasahi dengan larutan nutrisi/pupuk dengan EC 1,5 dan pH 5,5 sampai benar-benar basah/jenuh.
  • Tahap selanjutnya bibit siap untuk ditransplanting ke screen house. Sebelum bibit ditempatkan bagian bawah polybag digunting dengan hati-hati supaya akar bibti tidak putus/rusak, kemudian bibit ditempatkan pada lubang tanam yang telah dipersiapkan.
  • Untuk menghindari terjadi kelebihan air siraman dan tumpukan garam-garam dimedia, satu hari setelah transplanting lubang draenase dibuat pada bagian bawah slab/polybag.
 bbppl-tomat cherry21.jpgbbppl-tomat cherry22.jpgbbppl-tomat cherry19.jpgbbppl-tomat cherry23.jpg
 
C. PEMELIHARAAN
   
        1.  Penyiraman dan Pemupukan (Fertigasi)bbppl-tomat cherry26.jpg
Pemupukan dan Penyiraman (fertigasi) pada budidaya tomat sistem hidroponik umumnya dilakukan secara bersamaan. Teknis fertigasi bisa dilakukan dengan manual atau sistem irigasi tetes (Drip irrigation system), tapi yang terbaik untuk fertigasi adalah dengan sistem irigasi tetes yang berkualitas baik dengan demikian fertigasi bisa merata, tenaga kerja tidak terlalu banyak, menghemat waktu (dalam waktu singkat bisa menyiram tanaman dalam jumlah yang banyak).
Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan
  • Kualitas air (sumber air/sumur/mata air), harus bersih dan bebas dari penyakit/kimia
  • Kualitas pupuk/nutrisi (komposisi hara harus sesuai dengan kebutuhan tanaman, pupuk yang dipakai mempunyai kemampuan larut 100 %) 
  • Waktu, volume dan frekuensi fertigasi
  • Jenis media yang digunakan
             Teknis Fertigasi
  • Frekuensi dan volume siram harus disesuaikan dengan kondisi cuaca, jenis dan umur tanaman, fase pertumbuhan tanaman dan jenis media yang digunakan. Cuaca mendung atau hujan (evaporasi kurang) volume dan frekuensi penyiraman dikurangi karena efek terhadap media menjadi terlalu basah sehingga akar tidak bisa tumbuh dengan baik. kondisi yang diinginkan tanaman adalah berimbang antara air, udara, pupuk dan media tanam. Sebaliknya kalau cuaca panas (evaporasi naik) fertigasi harus lebih sering dan volumenya lebih banyak.
  • Nilai EC (jumlah pupuk yang larut dalam air) dan nilai pH (tingkat keasaman) suatu larutan sangatlah penting sebab akan menunjukkan berapa banyak unsur hara yang tersedia  bagi tanaman. Sebab tidak ada satu situasi yang sama (beda daerah, iklim, beda media, beda varietas dll) jumlah dan frekuensi tidak bisa distandarkan /disamakan. Untuk setiap situasi dan kondisi yang berbeda harus kita cari cara yang optimal untuk tanaman.
  • Tingkat kepekatan (EC) yang diberikan untuk tanaman harus disesuaikan dengan situasi dan kondisi. pH didalam media yang bagus kurang lebih 5,2 sebab dengan tingkat pH tersebut semua unsur hara tersedia didalam air/media bisa diserap oleh tanaman.
  • Satu hal yang tak kalah penting adalah pencatatan mengenai waktu siram, volume siram, EC/pH in, EC/pH out, suhu, RH dan kondisi cuaca. Hal ini penting sebab dari data tersebut bisa membantu dalam mengambil suatu keputusan untuk merubah atau tidak sistem yang sudah berlangsung sebelumnya.
    bbppl-tomat cherry15.jpg

       2.   Pewiwilan
Pewiwilan adalah membuang baik tunas maupun daun yang sudah tua bertujuan agar nutrisi yang diserap oleh tanaman terpusat pada batang utama sehingga akan menghasilkan kualitas buah yang baik.

       3.   Pengendalian Hama dan Penyakit
Monitoring terhadap serangan hama dan penyakit menjadi penting sebab akan diketahui 
  • Serangan apa yang terjadi
  • Berapa berat serangan
  • Tindakan apa yang akan dilakukan
  • Kapan akan dilakukan pengendalian 

Pengalaman dari beberapa petani terakhir ada beberapa hama dan penyakit yang sering menyerang bbppl-tomat cherry14.jpgseperti: Kutu kebul (white play), ulat buah, virus, layu fusarium, layu bakteri, powdery meldew, busuk daun, penyakit fisiologis (defesiensi unsur hara) dan sebagainya.

Pencegahan dan Pengendalian dapat dilakukan dengan cara:
  • Menjaga kebersihan, membuang sisa tanaman/gulma jauh dari lokasi screenhouse/masuk bak sampah dan dibakar.
  • Sterilisasi screenhouse (gunakan lysol,formalin dan pestisida) ini harus dilakukan setiap awal musim tanam/sebelum tanam dimmulai.
  • Memasang bak disenfeksi kaki untuk mencegah masuknya telur/larva hama dan patogen penyakit bbppl-tomat cherry09.jpgyang terbawa oleh alas kaki.
  • Menggunakan varietas yang resisten
  • Tanaman yang terserang penyakit (virus, bakteri) di masukkan kekantong/karung plastik lalu buang jauh dari lokasi greenhouse/dibakar.
  • Biologis, dengan memanfaatkan musuh alami (predator), tapi cara ini diIndonesia masih jarang dilakukan.
  • Kimiawi (pestisida), ini akan menjadi bagus jika penggunaannya tepat dalam pemilihan jenis, konsentrasi dan volume semprot. Disamping itu bisa mempunyai epek kurang baik kalau dalam penggunaannya salah. Untuk menghindari terjadinya kesalahan, bbppl-tomat cherry16.jpgmemerlukan pengetahuan teknis dan alat (nozle) kualitas tinggi.
  • Lakukan pengendalian bersama-sama dengan kebun disekitar (kebun tetangga) supaya pengendalian hama dan penyakit mungkin akan lebih efektif

Satu hal perlu diperhatikan pengaruh pestisida terhadap kesehatan petani, konsumen, dan lingkungan. Untuk menghindari hal tersebut harus menggunakan pengaman seperti jas/pakain semprot, sarung tangan, masker, kacamata dan pengaman lainnya.

PEMANENAN Tomat cerry bisa si panen  setelah berumur 2,5 bulan setelah tanaman atau buahnya sudah kelihatan � bagian berwarna merah, dan panen selanjutnya dilakukan setiap 2 hari sekali sampai dengan usia 4 bulan setelah tanam.

bbppl-tomat cherry11.jpgbbppl-tomat cherry10.jpgbbppl-tomat cherry24.jpgbbppl-tomat cherry27.jpg 

Untuk pemesanan, silahkan hubungi Distributor Resmi NASA :
RIZKI AULIA
- 085260699210
- Pin BB 7613F3D3
(gratis ongkos kirim Wilayah Banda Aceh dan Aceh Besar!)