Minggu, 09 Februari 2014

Tehnik Budidaya Cabe Merah


A. PENDAHULUAN
Cabai dapat ditanam di dataran tinggi maupun rendah, pH 5-6. Bertanam cabai dihadapkan dengan berbagai masalah (resiko), diantaranya, teknis budidaya, kekurangan unsur, serangan hama dan penyakit, dll.
PT. Natural Nusantara ( NASA ) berupaya membantu penyelesaian masalah tersebut, agar terjadi peningkatan produksi cabai secara kuantitas, kualitas dan kelestarian ( K-3 ), sehingga petani dapat berkompetisi di era pasar bebas.

B. FASE PRATANAM
1. Pengolahan Lahan
  • Tebarkan pupuk kandang dosis 0,5 -1 ton/ 1000 m2
  • Diluku kemudian digaru (biarkan + 1 minggu)
  • Diberi Dolomit sebanyak 0,25 ton / 1000 m2
  • Dibuat bedengan lebar 100 cm dan parit selebar 80 cm
  • Siramkan SUPER NASA (1 bt) / NASA(1-2 bt)
  • Super Nasa : 1 btl dilarutkan dalam 3 liter air (jadi larutan induk). Setiap 50 lt air tambahkan 200 cc larutan induk atau 1 gembor ( + 10 liter ) diberi 1 sendok makan peres SUPER NASA dan siramkan ke bedengan + 5-10 m.
  • POC NASA : 1 gembor ( + 10 liter ) diberi 2-4 tutup NASA dan siramkan ke bedengan sepanjang + 5 - 10 meter.
  • Campurkan GLIO 100 - 200 gr ( 1 - 2 bungkus ) dengan 50 - 100 kg pupuk kandang, biarkan 1 minggu dan sebarkan ke bedengan.
  • Bedengan ditutup mulsa plastik dan dilubangi, jarak tanam 60 cm x 70 cm pola zig zag ( biarkan + 1 - 2 minggu ).

2. Benih
  • Kebutuhan per 1000 m2 1 - 1,25 sachet Natural CK -10 atau CK-11 dan Natural CS-20, CB-30
  • Biji direndam dengan POC NASA dosis 0,5 - 1 tutup / liter air hangat kemudian diperam semalam.
C. FASE PERSEMAIAN ( 0-30 HARI)
    1. Persiapan Persemaian
  • Arah persemaian menghadap ke timur dengan naungan atap plastik atau rumbia.
  • Media tumbuh dari campuran tanah dan pupuk kandang atau kompos yang telah disaring, perbandingan 3 : 1. Pupuk kandang sebelum dipakai dicampur dengan GLIO 100 gr dalam 25-50 kg pupuk kandang dan didiamkan selama + 1 minggu. Media dimasukkan polibag bibit ukuran 4 x 6 cm atau contong daun pisang.
2. Penyemaian
  • Biji cabai diletakkan satu per satu tiap polibag, lalu ditutup selapis tanah + pupuk kandang matang yang telah disaring
  • Semprot POC NASA dosis 1-2 ttp/tangki umur 10, 17 HSS
  • Penyiraman dilakukan setiap hari pada pagi atau sore hari untuk menjaga kelembaban
3. Pengamatan Hama & Penyakit
a. Penyakit
  • Rebah semai (dumping off), gejalanya tanaman terkulai karena batang busuk , disebabkan oleh cendawan Phytium sp. & Rhizoctonia sp. Cara pengendalian: tanaman yg terserang dibuang bersama dengan tanah, mengatur kelembaban dengan mengurangi naungan dan penyiraman, jika serangan tinggi siram GLIO 1 sendok makan (± 10 gr) per 10 liter air.

  • Embun bulu, ditandai adanya bercak klorosis dengan permukaan berbulu pada daun atau kotil yg disebabkan cendawan Peronospora parasitica. Cara mengatasi seperti penyakit rebah semai.

  • Kelompok Virus, gejalanya pertumbuhan bibit terhambat dan warna daun mosaik atau pucat. Gejala timbul lebih jelas setelah tanaman berumur lebih dari 2 minggu. Cara mengatasi; bibit terserang dicabut dan dibakar, semprot vektor virus dengan BVR atau PESTONA.

b. H a m a
  • Kutu Daun Persik (Aphid sp.), Perhatikan permukaan daun bagian bawah atau lipatan pucuk daun, biasanya kutu daun persik bersembunyi di bawah daun. Pijit dengan jari koloni kutu yg ditemukan, semprot dengan BVR atau PESTONA.

  • Hama Thrip parvispinus, gejala serangan daun berkerut dan bercak klorosis karena cairan daun diisap, lapisan bawah daun berwarna keperak-perakan atau seperti tembaga. Biasanya koloni berkeliaran di bawah daun. Pengamatan pada pagi atau sore hari karena hama akan keluar pada waktu teduh. Serangan parah semprot dengan BVR atau PESTONA untuk mengurangi penyebaran.

  • Hama Tungau (Polyphagotarsonemus latus). Gejala serangan daun berwarna kuning kecoklatan menggulung terpuntir ke bagian bawah sepanjang tulang daun. Pucuk menebal dan berguguran sehingga tinggal batang dan cabang. Perhatikan daun muda, bila menggulung dan mengeras itu tandanya terserang tungau. Cara mengatasi seperti pada Aphis dan Thrip
D. FASE TANAM
1. Pemilihan Bibit
  • Pilih bibit seragam, sehat, kuat dan tumbuh mulus
  • Bibit memiliki 5-6 helai daun (umur 21 - 30 hari)
2. Cara Tanam
  • Waktu tanam pagi atau sore hari , bila panas terik ditunda.
  • Plastik polibag dilepas
  • Setelah penanaman selesai, tanaman langsung disiram /disemprot POC NASA 3-4 tutup/ tangki.
3. Pengamatan Hama
  • Ulat Tanah ( Agrotis ipsilon ), aktif malam hari untuk kopulasi, makan dan bertelur. Ulat makan tanaman muda dengan jalan memotong batang atau tangkai daun. Siang hari sembunyi dalam tanah disekitar tanaman terserang. Setiap ulat yang ditemukan dikumpulkan lalu dibunuh, serangan berat semprot dengan PESTONA atau VIREXI
  • Ulat Grayak ( Spodoptera litura & S. exigua ). Ciri ulat yang baru menetas / masih kecil berwarna hijau dengan bintik hitam di kedua sisi dari perut/badan ulat, terdapat bercak segitiga pada bagian punggungnya (seperti bulan sabit). Gejala serangan, larva memakan permukaan bawah daun dan daging buah dengan kerusakan berupa bintil-bintil atau lubang-lubang besar. Serangan parah, daun cabai gundul sehingga tinggal ranting-rantingnya saja. Telur dikumpulkan lalu dimusnahkan, menyiangi rumput di sekitar tanaman yang digunakan untuk persembunyian. Semprot dengan VITURA, VIREXI atau PESTONA.
  • Bekicot/siput. Memakan tanaman, terutama menyerang malam hari. Dicari di sekitar pertanaman ( kadang di bawah mulsa) dan buang ke luar areal.
E. FASE PENGELOLAAN TANAMAN (7-70 HST)
  1. Penyiraman dapat dilakukan dengan pengocoran tiap tanaman atau penggenangan (dilep) jika dirasa kering.
  2. Pemupukan lewat pengocoran dilakukan seminggu sekali tiap lubang. Pupuk kocoran merupakan perbandingan campuran pupuk makro Urea : SP 36 : KCl : NASA = (250 : 250 : 250) gr dalam 50 liter ( 1 tong kecil) larutan. Diberikan umur 1 - 4 minggu dosis 250 cc/lubang, sedang umur 5-12 minggu dengan perbandingan pupuk makro Urea : TSP : KCl : NASA = (500 : 250 : 250) gr dalam 50 liter air, dengan dosis 500 cc/lubang.
Kebutuhan total pupuk makro 1000 m2 :

Jenis Pupuk      1 - 4 minggu ( kg )       5 - 12 minggu ( kg )
Urea                            7                            56
SP-36                          7                            28
KCL                             7                            28

Catatan :
  1. Umur 1 - 4 mg 4 kali aplikasi (± 7 tong/ aplikasi)
  2. Umur 5-12 mg 8 kali aplikasi (± 14 tong/aplikasi)
  3. Penyemprotan POC NASA ke tanaman dengan dosis 3-5 tutup / tangki pada umur 10, 20, kemudian pada umur 30, 40 dan 50 HST POC NASA + Hormonik dosis 1-2 tutup/tangki.
  4. Perempelan, sisakan 2-3 cabang utama / produksi mulai umur 15 - 30 hr.
  5. Pengamatan Hama dan Penyakit
  • Spodoptera litura/ Ulat grayak Lihat depan.

  • Kutu - kutuan ( Aphis, Thrips, Tungau ), lihat fase persemaian.

  • Penyakit Layu, disebabkan beberapa jamur antara lain Fusarium, Phytium dan Rhizoctonia. Gejala serangan tanaman layu secara tiba-tiba, mengering dan gugur daun. Tanaman layu dimusnahkan dan untuk mengurangi penyebaran, sebarkan GLIO

  • Penyakit Bercak Daun, Cercospora capsici. Jamur ini menyerang pada musim hujan diawali pada daun tua bagian bawah. Gejala serangan berupa bercak dalam berbagai ukuran dengan bagian tengah berwarna abu-abu atau putih, kadang bagian tengah ini sobek atau berlubang. Daun menguning sebelum waktunya dan gugur, tinggal buah dan ranting saja. Akibatnya buah menjadi rusak karena terbakar sinar matahari. Pengamatan pada daun tua.

  • Lalat Buah (Dacus dorsalis), Gejala serangan buah yang telah berisi belatung akan menjadi keropos karena isinya dimakan, buah sering gugur muda atau berubah bentuknya. Lubang buah memungkinkan bakteri pembusuk mudah masuk sehingga buah busuk basah. Sebagai vektor Antraknose. Pengamatan ditujukan pada buah cabai busuk, kumpulkan dan musnahkan. Lalat buah dipantau dengan perangkap berbahan aktif Metil Eugenol 40 buah / ha

  • Penyakit Busuk Buah Antraknosa (Colletotrichum gloeosporioides), gejala serangan mula-mula bercak atau totol-totol pada buah yang membusuk melebar dan berkembang menjadi warna orange, abu-abu atau hitam. Bagian tengah bercak terlihat garis-garis melingkar penuh titik spora berwarna hitam. Serangan berat menyebabkan seluruh bagian buah mengering. Pengamatan dilakukan pada buah merah dan hijau tua. Buah terserang dikumpulkan dan dimusnahkan pada waktu panen dipisahkan. Serangan berat sebari dengan GLIO di bawah tanaman.
F. FASE PANEN DAN PASCA PANEN
1. Pemanenan
  • Panen pertama sekitar umur 60-75 hari
  • Panen kedua dan seterusnya 2-3 hari dengan jumlah panen bisa mencapai 30-40 kali atau lebih tergantung ketinggian tempat dan cara budidayanya
  • Setelah pemetikan ke-3 disemprot dengan POC NASA + Hormonik dan dipupuk dengan perbandingan seperti diatas, dosis 500 cc/ph
2. Cara panen :
  • Buah dipanen tidak terlalu tua (kemasakan 80-90%)
  • Pemanenan yang baik pagi hari setelah embun kering
  • Penyortiran dilakukan sejak di lahan
  • Simpan ditempat yang teduh
3. Pengamatan Hama & Penyakit
  • Kumpulkan dan musnahkan buah yang busuk / rusak

Sabtu, 08 Februari 2014

Dosis dan Cara Pemakaian Produk PT. NASA

Berikut ini saya akan menuliskan dosis dan cara pakai beberapa produk PT. Natural Nusantara (NASA). Dosis dan cara pakai beberapa produk yang saya tulis di Distributor Resmi PT. Nasa ini merupakan rekomendasi langsung dari PT. Natural Nusantara (NASA).

Pupuk Organik Cair (POC NASA)
       Kandungan :
N 0.12%, P2O5 0.03%, K 0.31%, Ca 60.40 ppm, S 0.12%, Mg 16.88 ppm, Cl 0.29%, Mn 2.46 ppm, Fe 12.89 ppm, Cu <0.03 ppm, Zn 4.71 ppm, Na 0.15%, B 60.84 ppm, Si 0.01%, Co <0.05 ppm, Al 6.38 ppm, NaCl 0.98%, Se 0.11 ppm, As 0.11 ppm, Cr <0.06 ppm, Mo <0.2 ppm, V <0.04 ppm, SO4 0.35%, C/N ratio 0.86%, ph 7.5, Lemak 0.44%, Protein 0.72%

       Kandungan Lain :
Asam-asam organik (Humat 0,01%, Vulvat, dll)
Zat Perangsang Tumbuh : Auksin, Giberelin, Sitokinin.





Tambahan : Jika digunakan bersama POC NASA maka POP SUPERNASA hanya diberikan (disiramkan) sekali sebelum tanam sebagai pupuk dasar.





CARA PENGGUNAAN :
  1. Larutkan pupuk dalam air secukupnya.
  2. Siramkan ke sekeliling batang tanaman.
  3. Pemupukan dilakukan 2 - 4 bulan sekali.
  4. Pada musim kemarau pohon disiram air 2 - 4 kali (interval 1 minggu sekali) semenjak satu minggu setelah aplikasi Power Nutrition.
  5. Pupuk makro (N, P dan K) dapat dikurangi 75% - 90%





POWER NUTRITION (Khusus Buah)
CARA PENGGUNAAN :
  1. Larutkan pupuk dalam air secukupnya.
  2. Siramkan ke sekeliling batang tanaman.
  3. Pemupukan dilakukan 2 - 4 bulan sekali.
  4. Pada musim kemarau pohon disiram air 2 - 4 kali (interval 1 minggu sekali) semenjak satu minggu setelah aplikasi Power Nutrition.
  5. Pupuk makro (N, P dan K) dapat dikurangi 75% - 90%

KANDUNGAN UNSUR :
N 2,04%; P2O5 1,28%; K2O 0,39%; Ca 0,55%; S 0,81%; Cl 8,30%; Mg 0,40%; Mn 0,06 ppm; Fe 0,72%;Cu 0,02 ppm; Zn 0,01 ppm; Na 1,01%; B 8,59%; Si 9,94%; Al 0,40 ppm; NaCl 0,61%; SO4 2,44%; C/N ratio 5,23%; pH 8,81; Lemak 0,28%; Protein 12,75%;Karbohidrat 1,52%; Asam Humat 3,45%.

Diameter Batang : 2 - 5 cm dosis 20 gram, 5 - 10 cm dosis 50 gram,  10 - 30 cm dosis 100 gram, > 30 cm dosis 250 gram.
Catatan : 1 sdm = + 7,5 gram 







HORMONIK
CARA PAKAI :
  1. Dosis : 1 - 2 cc HORMONIK per 1 liter air. 
  2. Penggunaan lebih optimal jika dicampur dengan POC NASA ( dosis 1 ttp HORMONIK + + 3 ttp POC NASA ) per tangki.
  3. Penggunaan dengan cara disemprotkan terutama pada daun tanaman hingga merata.
  4. Tanaman semusim : mulai pertengahan usia tanaman hingga menjelang reproduksi, yaitu sebelum berbunga/ berumbi (3-6 kali semprot). Penggunaan semenjak awal tanam lebih baik.
  5. Tanaman tahunan : 2-4 bulan sebelum berbunga/berbuah ( 3-6 kali semprot).
  6. Unggas : 1 botol (500 cc) POC NASA / VITERNA Plus + 1 - 2 tutup HORMONIK, kemudian 1-2 cc campuran POC NASA/VITERNA Plus + HORMONIK dilarutkan dalam 1 liter air minum diberikan ke unggas (ayam) setiap hari satu kali.
Catatan :
HORMONIK akan lebih efektif jika pemakaiannya dicampur dengan POC NASA dengan dosis ± 1 tutup HORMONIK, ± 4 tutup POC NASAper tangki.






    Rabu, 05 Februari 2014

    Pupuk Organik Serbuk (GREENSTAR)

     
    Pupuk Organik Serbuk, Terobosan Terbaru Inovasi & Teknologi Organik. Pupuk ini dapat diaplikasiakan kepada semua jenis tanaman.

    GREENSTAR merupakan pupuk organik yang murni dibuat dari bahan-bahan organik dengan fungsi multiguna. Kandungan unsur hara yang terkandung di dalalmnya, baik unsur makro maupun mikro sangat berperan dalam perkembangan tanaman. Dengan fungsi utama meningkatkan kuantitas dan kualitas produksi tanaman serta kelestarian lingkungan/tanah (aspek K-3).
    GREENSTAR dapat diaplikasikan untuk tanaman semusim, buah/tahunan, tanaman hias maupun untuk pembibitan.
    GREENSTAR juga mengandung hormon/Zat Pengatur Tumbuh (Giberelin, Sitokinin, Auksin) yang sangat diperlukan oleh tanaman. Dengan penggunaan GREENSTAR, pupuk makro (NPK) bisa dikurangi ± 25%.

    Dengan kemasan yang unik dan sangat berbeda dengan produk-produk pupuk terutama pupuk organik yang ada di pasaran serta jauh dari gambaran para pengguna pupuk pada umumnya semakin memperjelas keseriusan kami dalam menghasilkan suatu produk, tidak hanya fungsi tetapi tampilan juga kami perhatikan. Dengan bentuknya yang sederhana, kecil, ringan dan praktis semakin mempermudah dalam aplikasi di lapangan di samping cara aplikasi yang juga sangat mudah dan cepat. GREENSTAR dikemas dalam bentuk sachet (20gr). 1 dos berisi 3 sachet yang disesuaikan dengan dosis sekali aplikasi untuk luas lahan 1000 m2.

    GREENSTAR dibuat dengan pengawasan yang teliti sehingga produk ini sangat aman untuk lingkungan, bebas logam berat (Ph, Cd, Hg. As), bebas mikroba E-coli, salmonela serta bebas dari bahan ikutan / pengotor.

    Greenstar, isi : 3 sachet @ 20 gram
    Untuk Harga dan Pemesanan silahkan hubungi saya. Distributor NASA :
     RIZKI AULIA
    - 085260699210
    - Pin BB 7613F3D3
    (gratis ongkos kirim Wilayah Banda Aceh dan Aceh Besar!)

    Natural Royal Honey NASA



    Natural Royal Honey merupakan madu murni yang dihasilkan secara alami oleh lebah dari Nektar serta diperkaya dengan Royal Jelly dan Bee Pollen.

    Natural Royal Honey diproduksi dari ektraksi sarang lebah dan merupakan suplemen yang mempunyai kandungan nutrisi lengkap, yakni mengandung karbohidrat, asam amino, vitamin, mineral, hormon, asam organik, senyawa anti mikroba, anti bakteri, anti radang, antioksidan, dan senyawa-senyawa lain yang bekerja secara sinergis untuk menciptakan keseimbangan nutrisi dalam tubuh.

    Natural Royal Honey juga mengandung 17.500 mg Beepollen serta diperkaya dengan 17.500 mg Royal Jelly segar yang sangat bermanfaat bagi kesehatan dan stamina.
    • Royal Jelly mengandung asam amino, hormon-hormon, vitamin B alami, vitamin C, asam panthotenat, asam folat dan berbagai macam mineral.
    • Beepollen Mengandung 18 Asam Amino, 12 Vitamin, 28 Mineral, 14 Asam Lemak Penting, Enzim, Koenzim, Karbohidrat & Protein.
    Panduan Madu Murni Plus Royal Jelly & Beepollen Menjadikan Natural Royal Honey Menyempurnakan Asupan Gizi Harian Sekaligus Sebagai "Investasi' Kesehatan Anda.

    Isi : 240 ml
    Harga : Rp.80.000,-
    Untuk pemesanan. Silahkan hubungi Distributor Resmi NASA :
    RIZKI AULIA
    - 085260699210
    - Pin BB 7613F3D3

    Selasa, 04 Februari 2014

    NASA R.O. Plus Bio Ceramic

    Pengolah Air Minum yang menghasilkan Air Minum Murni dan Sehat

    Mesin Air minum NASA Reverse Osmosis (NASA R.O.) merupakan mesin pengolah air langsung minum yang dapat membuang polutan-polutan di dalam air PAM atau air sumur  seperti logam-logam berat, pestisida, racun-racun, zat kimia, partikel-partikel radio aktif, bakteri, virus, garam, endapan, dan sebagainya. Meminum air yang kurang bersih tidak akan berpengaruh dalam jangka pendek, namun dalam jangkam panjang lambat laun akan membuat organ-organ tubuh kita menjadi rusak dan seringkali berakibat fatal dan terlambat.

    Air minum yang dihasilkan oleh NASA R.O. ini adalah air murni dan sehat sehingga tidak perlu dimasak lagi. Air yang bersih dan sehat jelas akan memperbaiki system kekebalan tubuh kita karena didalamnya tidak ada lagi zat-zat yang berbahaya termasuk virus atau bakteri, ataupun bekas-bekasnya.

    Dengan air murni ini darah didalam tubuh kita dapat mengalir dengan baik dan mengedarkan sari-sari makanan ke seluruh tubuh sekaligus membuang zat-zat yang tidak berguna dan membuangnya lewat kulit dan  ginjal, sehingga mesin ini disebut “GINJAL ke-3” ketiga yang ada di luar kulit tubuh kita, mengingat cara kerjanya yang hampir sama.

    R.O ini mengolah air dalam 5 tahapan proses sebagai-berikut :
    Dari depan ada 3 filter penyaringan secara melintang yaitu filter berwarna putih yang merupakan penyaringan air dalam 3 tahap pertama sebelum diproses pada tahap selanjutnya (Reverse Osmosis) sebagai-berikut :

    1. Sediment Filter (in line)
    Tahap pertama ini menyaring air langsung dari kran air PAM/Sumur terhadap partikel-partikel yang ada seperti debu, pasir, rambut, atau endapan lainnya secara fisika. Pada umumnya umur dari filter ini adalah 6-12 bulan bergantung pada kondisi kekeruhan air yang akan disaring.

    2.Carbon Active Filter (in line)
    Tahap 2 ini menyaring air sebagai kelanjutan tahap 1 untuk membuang zat-zat kimia yang ada di dalam air seperti detergent, kaporit/klorin, Trikloromentana dan sebagainya. Pada umumnya umur dari filter ini adalah 6-12 bulan bergantung pada kondisi airnya.

    3.Carbon Block Filter (in line)
    Tahap ketiga ini menyaring air sebagai kelanjutan tahap kedua untuk membuang zat-zat kimia dan racun yang ada di dalam air secara lebih intensif seperti kaporit/klorin , detergen, trihalometan dsb. Pada umumnya umur dari filter ini adalah 6-12 bulan bergantung pada kondisi airnya.

    Jika air PAM/Sumur yang akan disaring cukup keruh/diatas 300 ppm, maka disarankan menggunakan filter tambahan atau disebut pre filter yang dipasang sebelum masuk ke mesin ini. Dengan demikian air yang masuk akan lebih bersih sehingga membran pada tahap 4 akan lebih awet.

    4. Membran Semi Permeable (Tabung Melintang)
    Tahap 4 ini berbeda dengan tahap-tahap sebelumnya yaitu memiliki 2 saluran keluar yaitu saluran air murni dan saluran air bersih. tidak semua partikel-partikel di dalam air bersih dapat melewati membrane yang pori-porinya sangat kecil yaitu sebesar 0,0001 mikron atau sebesar rambut dibagi sejuta sehingga diperlukan tekanan dari pompa booster. Akhirnya hanya air murni yang dapat keluar dari membrane tersebut.

    Saluran air bersih yang dibuang tidak boleh tersumbat karena menimbulkan tekanan yang sangat besar pada membrane.

    Jika diteruskan, maka membrane akan mengalami kerusakan. Air bersih yang dibuang umumnya lebih banyak dari air murni, Pada umumnya umur membrane adalah 2-6 tahun bergantung pada penggunaan dan kondisi air. Air bersih yang dibuang secara visual tetap bersih dan bening, namun PPM (partikel per micron) cukup tinggi (misalnya 250), sedangkan air murni akan mempunyai PPM maksimal 20.

    Jika diperhatikan, maka air bersih yang dihasilkan oleh membrane ini mempunyai 2 saluran parallel yaitu yang menuju tangki penyimpanan dan satu lagi menuju ke tahap 5 (Post Carbon). Pada saat kran air murni ditutup, maka proses penyaringan akan tetap berlangsung sampai tangki penyimpanan penuh. Penempatan post carbon filter pada tahap akhir akan memberikan air bersih yang tidak berbau dan siap untuk diminum.

    5.Post carbon filter (Tabung melintang dekat membrane)
    Step terakhir berfungsi untuk membuang rasa dan bau serta Menghambat pertumbuhan micro-organisme didalam air yang dihasilkan.

    Info lebih detail tentang NASA R.O. bisa dilihat di VCD dan Buku Panduan NASA R.O.

    Untuk Harga dan Pemesanan silahkan hubungi saya. Distributor NASA :

    - 085260699210
    - Pin BB 7613F3D3

    (gratis ongkos kirim Wilayah Banda Aceh dan Aceh Besar!)

    Minggu, 02 Februari 2014

    TANGGUH Pupuk Hayati Plus Dekomposer


    TANGGUH Pupuk Hayati Plus Dekomposer adalah produk terbaru dari PT. Natural Nusantara (NASA) yang sangat ditunggu-tunggu para konsumen dan distributor NASA. TANGGUH Pupuk Hayati Plus Dekomposer terbuat dari bahan bahan organik ramah terhadap lingkungan yang berfungsi : 
    1. Mikrobia merombak bahan-bahan organik
    2. Mikrobia penambat Nitrogen (N)
    3. Mikrobia pelarut Phospat (P)
    4. Mikrobia penghasil fitohormon
    5. Penyedia unsur - unsur essensial tanaman (makro mikro)
    Manfaat TANGGUH Pupuk Hayati Plus Dekomposer :
    • TANGGUH dapat mempercepat proses dekomposisi / perombakan bahan organik menjadi tersedia untuk diserap oleh tanaman.
    • TANGGUH berguna sebagai bahan pembenah dan perbaikan tanah.
    • TANGGUH membantu menetralisir senyawa-senyawa berbahaya dan cepat mengurai pupuk-pupuk kimia yang ada di tanah.
    • TANGGUH dapat meningkatkan efektifitas penyerapan pupuk kimia.
    • TANGGUH mudah diaplikasikan di lapangan (lahan pertanian).

     Aplikasi TANGGUH Sebagai Dekomposer :
    • Sediakan bahan baku (jerami, kotoran hewan, seresah, tandan kosong kelapa sawit, sampah organik dll) yang akan di fermentasi.
    • Campurkan 1 liter TANGGUH dengan air secukupnya untuk 4-5 ton bahan yang akan difermentasi. Dapat ditambahkan molase / gula merah / gula pasir dan Urea 0.25 kg untuk mempercepat fermentasi.
    • Semprot / Siram sampai merata larutan pada bahan baku.
    • Aturlah tumpukan bahan yang telah diberi campuran TANGGUH dengan ketinggian tidak lebih dari 1 meter.
    • Tutup bahan yang telah tercampur TANGGUH, usahakan agar bahan terhindar dari hujan dan panas matahari secara langsung.
    • Lakukan pembalikan minimal 5-10 hari sekali.
    • Jaga kelembaban bahan, jangan terlalu kering atau terlalu basah. Dapat disemprotkan air secukupnya jika bahan terlalu kering.
    • Setelah 1-2 bulan bahan akan matang dengan ciri-ciri : meremah, suhu dingin, warna menjadi lebih gelap daripada bahan aslinya.

    Aplikasi TANGGUH Sebagai Pupuk Organik :
    Dosis pemakaian 3-7 liter/ha TANGGUH dengan konsentrasi semprot 100 cc/tangki (10 tutup/tangki) TANGGUH.

    Kandungan TANGGUH Pupuk Hayati Plus Dekomposer :

    Azotobacter sp        : 10 pangkat 6 cfu/ml
    Aspergillus sp          : 10 pangkat 5 cfu/ml
    Lactobacillus sp       : 10 pangkat 7 cfu/ml
    Streptomyces sp      : 10 pangkat 6 cfu/ml
    Tricoderma sp          : 10 pangkat 5 cfu/ml
    Saccharomyces sp  : 10 pangkat 7 cfu/ml
    Patogenisitas            : negatif

    Kandungan Unsur TANGGUH :

    N, P, K, C Organik, Zn, Cu, Mn, Co, Fe, S, Mg, Cl, Na, B, Si, 
    Al, Na, Cl, Se, Cr, Mo, V, So4, Humat - Vulfat.

    TANGGUH Pupuk Hayati Plus Dekomposer sangat baik bagi semua tanaman pangan, buah-buahan dan perkebunan. Sebagaimana Produk PT. Natural Nusantara (NASA) yang lain, TANGGUH Pupuk Hayati Plus Dekomposer juga telah memiliki standar spesifikasi K3 : Kualitas-Kuantitas-Kelestarian

    Ijin Dep. Perdagangan RI : SIUPL No. 47/PDN-2/SIUPL/PP/8/2007

    Isi : 500 ml
    Untuk Harga dan Pemesanan silahkan hubungi saya. Distributor NASA:
    RIZKI AULIA
    - 085260699210
    - Pin BB 7613F3D3

    (gratis ongkos kirim Wilayah Banda Aceh dan Aceh Besar!)


    Sabtu, 01 Februari 2014

    Pupuk Organik Padat (POP) SUPERNASA

    FORMULA KHUSUS MURNI BAHAN-BAHAN ORGANIK UNTUK PUPUK DASAR / PENYIRAMAN TANAMAN


    Formula alami (organik) khusus untuk memperbaiki kerusakan tanah secara fisik (menggemburkan), secara khemis (menyediakan semua unsur hara essensialbagi tanaman) dan secara biologis (membantu perkembangan mikroorganisme tanah bermanfaat bagi tanaman). POP SUPERNASA dapat mengurangi jumlah penggunaan pupuk NPK kimia (urea, SP-36, dan KCl).


    Formula khusus tanaman yang dibuat murni dari bahan-bahan organik dengan fungsi :
    • Mengurangi jumlah penggunaan pupuk NPK kimia ( Urea, SP-36 dan KCl ) sebesar 25% s.d. 50% sehingga terjadi keseimbangan antara penggunaan pupuk kimia dan organik.
    • Ditujukan untuk memperbaiki lahan-lahan yang rusak karena POP SUPERNASA memiliki kandungan Humat dan Fulvat yang berangsur-angsur akan memperbaiki konsistensi (kegemburan) tanah yang keras membantu perkembangan mikroorganisme tanah yang bermanfaat bagi tanaman seperti cacing, mikroba alami setempat, dll.
    • Dapat digunakan untuk semua jenis tanaman pangan (padi, palawija, dll), horti (sayuran, buah, bunga) dan tahunan (coklat, kelapa sawit, karet, dll) POP SUPERNASA mengandung lengkap unsur hara/nutrisi makro dan mikro bagi tanaman.
    • Kandungan Hormon/Zat Pengatur Tumbuh (Auxin, Giberelin dan Sitokinin) akan mempercepat perkecambahan biji, pertumbuhan akar, fase vegetatif/pertumbuhan tanaman serta memperbanyak dan mengurangi kerontokan bunga dan buah.
    • Melarutkan sisa - sisa pupuk kimia dalam tanah, sehingga dapat dimanfaatkan tanaman kembali.
    POC NASA tersedia dalam kemasan 250gr, dan 3kg.
    Untuk Harga dan Pemesanan silahkan hubungi saya. Distributor NASA :
    RIZKI AULIA
    - 085260699210
    - Pin BB 7613F3D3
    gratis ongkos kirim Wilayah Banda Aceh dan Aceh Besar!)