Tampilkan postingan dengan label Pengendali Hama Alami. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pengendali Hama Alami. Tampilkan semua postingan

Kamis, 28 April 2011

Hama Penyakit Tanaman Cabai: Hama



Hama penyakit tanaman cabai. Dalam budidaya tanaman cabai rawit, banyak sekali jenis hama penyakit tanaman cabai yang dapat menyerang dan menyebabkan kerusakan. Akibat serangannya, tanaman cabai rawit dapat mati sebelum berproduksi. Maka itu, diperlukan pengamatan yang seksama terhadap tanaman sehingga bila terjadi serangan hama dan penyakit tanaman dapat ditanggulangi dengan cepat.

Pengendalian hama penyakit tanaman cabai secara umum dilakukan dengan dua cara yaitu pengendalian secara prefentif (pencegahan) dan kuratif (mengobati). Pengendalian hama penyakit tanaman secara kuratif dilakukan dengan pengolahan tanah yang intensif, pengaturan jarak tanam yang tepat, pelaksanaan sitem pengairan yang baik. Penanaman tanaman perangkap dan pergiliran tanaman. Pengendalian secara kuratif adalah mengobati tanaman yang telah terserang hama penyakit tanaman .

Hama penting yang sering menyerang tanaman cabai diantaranya adalah

1. Hama tanaman cabai Thrips. 
Ukuran hama cabai ini sektiar 1 mm.
 
Gejala serangan yang  ditimbulkan oleh trips adalah daun menggulung (mengeriting)ke atas, daun muda yang terserang bernoda keperak-perakan. Pengendalian hama tanaman cabai dapat dilakukan dengan secara kultur teknis menggunakan mulsa plastik hitam perak, dan mengatur rotasi tanaman. Untuk pengendalian kuratif dapat dilakukan dua cara yaitu secara biologi dengan memanfaatkan musuh alami hama thrips yaitu kumbang Coccinellidae, tungau predator, kepik Anthocoridae dan kumbang Staphulinidae. Musuh alami ini sudah ada dialam sekarang tergantung kita untuk memanfaatkannya. Cara yang kedua adalah dengan penyemprotan pestisida nabati atau kimia. Secara kimiawi, dengan penyemprotan insektisida secara selektif agar tidak membunuh musuh alaminya misalnya dengan Mesurol 50 wp, Pegasus 500 sc atau Perfekthion 400 ec, pada waktu sore hari.


2. Lalat buah (Dacus ferrugineus)

Hama tanaman cabai Lalat buah (Dacus ferrugineus). Hama cabai ini berukuran 0,5 cm, berwarna cokelat tua, dan meletakkan telurnya didalam buah cabai. Buah-buah yang terserang akan menjadi bercak-bercak bulat, kemudian membusuk. Serangan hama lalat buah ini buah cabai rusak, busuk dan rontok. Pengendalian dapat dilakukan menggunakan pestisida nabati atau kimia. Secara kimiawi yaitu dengan memasang perangkap beracun seperti metil eugenol (CM-Antraktan) atau protein hydrolisat yang efektif terhadap serangga jantan dan betina.untuk penyemprotan insektisida secara langsung dengan insektisida berbahan aktif niflutrin, profenofos, dan frotiofos. Misalnya Buldok, Lannate, atau Tamaron.


3. Hama tanaman cabai Tungau kuning (Tetranyhus innabarinus Boisd) dan tungau merah (tetaranychus bimaculatus). Hama cabai ini bersifat pemangsa segala jenis tanaman. Tungau menyerang tanaman cabai dengan cara mengisap cairan sel daun atau pucuk tanaman. Akibat serangan tungau daun berwarna bintik-bintik kuning. Pengendalian tungau dapat dilakukan dengan penyemprotan akarisida omite 57 EC (0,2%) atau mitac 200 EC (0.2%).

4. Hama tanaman cabai Kutu (Myzus persicae),

Serangannya hampir sama dengan tungau namun akibat cairan dari daun yang dihisapnya menyebabkan daun melengkung ke atas, keriting dan belang-belang hingga akhirnya dapat menyebabkan kerontokan. Tidak sepeti mite, kutu persik ini memiliki kemampuan berkembang biak dengan cepat karena selain bisa memperbanyak dengan perkawinan biasa, dia juga mampu bertelur tanpa pembuahan. Pengendalian hama aphids secara kimia dapat dilakukan dengan menyemprot insektisida winder 100ec konsentrasi 0.5 � 1.00 cc/l.

5. Hama tanaman cabai Ulat grayak (Spodoptera litura).

Hama ini tak berbeda dengan jenis ulat lain yang juga suka makan daun. Namun keistimewaannya adalah saat memasuki stadia larva, dia termasuk hewan yang sangat rakus. Hanya dalam waktu yang tidak lama, daun-daun cabe bisa rusak olehnya. Ulat yang setelah dewasa berubah menjadi sejenis ngengat ini akan memakan daun-daunan pada masa larva untuk menunjang perkembangan metamorfosis-nya. Ulat grayak tidak hanya menyerang tanaman cabe saja melainkan juga tanaman pisang, tomat, bawang, pepaya, kentang, padi, kacang dan lain-lain. Pengendalian hama cabai ini dapat dilakukan terhadap ngengat dewasa yang hendak meletakkan telurnya pada tanaman inang dengan menyemprotkan insektisida, atau dikendalikan dengan insektisida biologis turex wp konsentrasi 1 � 2 gr/lt.

Sumber http://www.tanamanbudidaya.com/keyword/hama-penyakit-tanaman-cabai-hama/ 

Rabu, 13 Oktober 2010

Semut Rangrang, si Pedas yang Cerdas

SIAPA tak kenal si merah ini? Namanya cukup jelas, sesuai warnanya. Semua orang mungkin setuju dengan julukan �si pedas� untuk semut merah, karena gigitannya yang cukup menyakitkan.
Orang Sunda, sering menyebutnya dengan nama semut rangrang. Si pedas gigitannya, yang dijamin membuat kita kacau balau dan langsung memperhatikan keberdaan si semut yang bertengger nyaman di kulit kita. Tentu saja, yang dilakukannya hanya mengigit.
Semut ini memiliki cara hidup yang khas, yaitu merajut daun-daun pada pohon untuk membuat sarang. Semut itu menyukai udara segar sehingga tidak mungkin ditemukan di dalam rumah. Hal itu pula yang menyebabkan mengapa mereka tidak membuat sarang di dalam tanah, melainkan pada pohon. Selain perilakunya yang khas dalam membuat sarang, tubuh semut rangrang lebih besar dan perilakunya lebih agresif daripada semut lainnya.
Semut ini mempunyai nama berbeda-beda, misalnya semut kuning (Vietnam, Cina), semut merah (Thailand) dan semut hijau (Australia). Klasifikasi berdasarkan warna bukan cara yang tepat digunakan untuk membandingkan spesies semut pada suatu negara, antarnegara, apalagi antarbenua.
Untuk membedakan dengan semut lain, para ahli memberikan nama Oecophylla, atau lebih spesifik Oecophylla smaragdina untuk semut rangrang yang ada di Asia, dan Oecophylla longinoda untuk semut rangrang yang ada di Afrika.

Ratu Semut
Semut rangrang mempunyai kehidupan sosial seperti halnya semut pada umumnya. Hewan ini hidup dalam kelompok sosial di mana pekerjaan dibagi sesuai dengan tipe individunya (kastanya). Dengan kerja sama dan organiasi yang baik serta disiplin, mereka dapat melakukan banyak hal. Masyarakat semut dari yang beranggotakan beberapa ekor hingga yang beranggotakan beberapa sarang dinamakan koloni.
Dalam satu koloni terdapat beberapa tipe individu, yaitu yang pertama adalah ratu semut. Dalam tiap-tiap koloni yang terdiri dari satu atau beberapa sarang, dapat ditemukan satu atau beberapa ekor ratu semut.
Ratu semut mudah dikenali karena tubuhnya lebih besar, berwarna hijau hingga coklat dengan perut besar dan menghasilkan banyak telur.
Yang kedua adalah semut jantan, biasanya tubuhnya lebih kecil daripada ratu semut, berwarna kehitam-hitaman dan hidupnya singkat. Setelah mengawini ratu, ia mati. Di laboratorium semut jantan dapat hidup selama 1 minggu, sedangkan ratu semut dan semut pekerja dapat hidup beberapa bulan.
Kemudian yang ketiga adalah semut pekerja, semut pekerja adalah semut betina yang mandul. Mereka tinggal di dalam sarang dan merawat semut-semut muda. Dan yang terakhir adalah semut prajurit merupakan anggota yang paling banyak jumlahnya alam koloni dan bertanggung jawab untuk semua aktivitas dalam koloninya. Mereka menjaga sarang dari serangan pengacau, mengumpulkan dan membawa makanan untuk semua anggota koloninya, serta membangun sarang.

Makanan
Makanan semut sangat beragam, namun dapat diklasifikasikan ke dalam dua kelompok besar, yaitu protein dan gula. Tidak seperti semut lain, semut jenis ini lebih menyukai protein daripada gula.
Protein dapat ditemukan pada daging, ikan, ayam, tikus dan serangga. Semut rangrang aktif mencari makanan dan membawanya ke dalam sarang untuk seluruh anggota sarang tersebut.
Mereka memangsa berbagai jenis hama, misalnya ngengat yang aktif pada malam hari maupun yang bersembunyi di bawah daun pada siang hari. Selain butuh protein, semut rangrang memerlukan makanan tambahan berupa gula.
Untuk mendapatkan gula, semut rangrang lebih suka mencari cadangan gula seperti embun madu (yang dikeluarkan oleh serangga pengisap cairan tanaman) atau nektar. Embun madu tersebut diperlukan sebagai energi tambahan pada periode awal pembangunan sarang.
Maka, ketika membangun sarang, semut rangrang mencari daun-daun muda yang dihuni oleh serangga penghasil embun madu dan memasukkannya ke dalam sarang.
Yang mengagumkan, ternyata semut ini memiliki perilaku yang layak ditiru oleh manusia, diantaranya adalah pemberani. Rangrang dikenal berani menyerang organisme lain yang mengganggu meskipun ukuran tubuhnya 100 kali lebih besar dari mereka. Selain itu semut ini juga sangatlah lincah dan dapat berlarian ke atas dan ke bawah pohon sepanjang hari.
 
Disiplin
Koloni semut rangrang juga sangat disiplin. Apabila ada aktivitas yang harus dilakukan secara berkelompok, maka semua akan berperan serta dalam aktivitas tersebut. Tak seekor semut pun yang meninggalkan kelompoknya. Cobalah amati bila mereka sedang membangun sarang. Yang terakhir, semut tersebut juga dikenal cerdas. Kelompok semut rangrang membangun sistem komunikasi di antara mereka dengan mengeluarkan aroma dan sentuhan tertentu.
Dalam waktu singkat, semua anggota kelompok dapat mengetahui apabila terjadi sesuatu dalam kelompoknya dan mereka akan langsung melakukan pembagian tugas, apa yang harus dilakukan.
Semut itu memang memiliki kebiasaan menggigit manusia yang datang mendekati sarangnya atau lintasannya. Orang yang belum mengetahui manfaatnya, akan menganggap semut rangrang sebagai suatu masalah, padahal  sebenarnya gigitan semut itu tidak begitu sakit dan rasa sakit tersebut cepat menghilang.
Dan jangan salah, si merah ini ternyata memiliki kelebihan tersendiri. Bagi para petani, semut itu cukup berguna sebagai pembasmi dan pengendali hama tanaman. Semut rangrang dapat membunuh hama tanaman yang menyebabkan tanaman para petani itu tumbuh dengan baik. Siapa sangka, semut rangrang yang cukup ditakuti keberadaannya ini ternyata bermanfaat juga.
Manfaat semut rangrang untuk tanaman telah dikenal di banyak negara. Demikian pula, petani-petani di Delta Mekong (Vietnam) dan di Kalimantan Timur (Indonesia), mempunyai pengalaman mengenai bagaimana semut rangrang dapat meningkatkan kualitas buah. Buah yang dihasilkan menjadi lebih menarik dan lebih segar.
Jika diamati dengan seksama, semut rangrang dapat mengganggu, menghalangi atau memangsa berbagai jenis hama seperti kepik hijau, ulat pemakan daun, dan serangga-serangga pemakan buah. Populasi semut rangrang yang tinggi dapat mengurangi permasalahan hama tungau, pengorok daun dan penyakit �greening� pada kebun jeruk.
Semut rangrang diketahui juga dapat melindungi Eucalyptus dan pohon-pohon kayu lainnya. Semut ini dapat mengendalikan sebagian besar hama pada tanaman jeruk dan mete, melindungi tanaman kelapa dan coklat dari serangan kepik, sehingga meningkatkan mutu dan jumlah hasil panen. Semut rangrang juga dapat menghalangi serangan tikus. Bukankah itu sesuatu yang mengagumkan? (Dela SY, dari berbagai sumber-12)   

Kamis, 07 Oktober 2010

Virexi


Natural VIREXI merupakan produk pengendali hama ulat grayak dari PT. Natural Nusantara. Natural VIREXI efektifitas sangat tinggi terhadap ulat grayak ( Spodoptera lexigua ), tidak mengganggu musuh alami lain, mudah menyebar, aman bagi manusia, hewan dan lingkungan, serta mendukung pertanian berkelanjutan.Sasarannya spesifik/khusus Ulat grayak (ulat tentara) Spodoptera exigua pada tanaman Bawang Merah, Bawang Daun, dan Bawang putih.

CIRI ULAT GRAYAK :
  1. Ulat muda berwarna hijau
  2. Ulat dewasa (S. exigua hijau tua dan S. litura coklat kehitaman)
  3. Terdapat garis hitam melingkar pada ruas perut pertama (S.exigua samar dan S. litura jelas)
  4. Terdapat garis kuning / putih memanjang sepanjang tubuh
  5. Terdapat bulatan/bulan sabit hitam pada bagian kiri dan kanan perut sepanjang tubuh
MENGAPA VIREXI
  1. Efektifitas sangat tinggi terhadap ulat grayak ( Spodoptera lexigua )
  2. Tidak mengganggu musuh alami lain
  3. Mudah menyebar
  4. Aman bagi manusia, hewan dan lingkungan
  5. Mendukung pertanian berkelanjutan
SASARAN
Spesifik/khusus Ulat grayak (ulat tentara) Spodoptera exigua pada tanaman Bawang Merah, Bawang Daun, dan Bawang putih.

PETUNJUK PENGGUNAAN
  1. Bersihkan tangki semprot dari pestisida kimia
  2. Larutkan 1 sachet (bungkus) VIREXI dalam 15 liter air, aduk sampai merata dan masukkan dalam tangki semprot.
  3. Semprotkan pada seluruh bagian tanaman
  4. Penyemprotan sebaiknya sore hari
  5. Untuk pemeliharaan tanaman semprotkan setiap seminggu sekali
PERINGATAN
  1. Jangan dicampur dengan pestisida
  2. Simpan ditempat yang sejuk ( suhu 250 - 300 C ) dan terlindung dari sinar matahari langsung

VITURA


AGENSIA HAYATI VITURA

Natural VITURA merupakan produk pengendali hama ulat grayak dari PT. Natural Nusantara. Natural VITURA efektifitas sangat tinggi terhadap ulat grayak ( Spodoptera lexigua ), tidak mengganggu musuh alami lain, mudah menyebar, aman bagi manusia, hewan dan lingkungan, serta mendukung pertanian berkelanjutan.
Sasarannya spesifik/khusus Ulat grayak (ulat tentara) Spodoptera litura pada tanaman Cabai, Kedelai, Kacang-kacangan, kubis dan sayuran lainnya, serta tembakau.

MENGAPA VITURA
  1. Efektifitas sangat tinggi terhadap ulat grayak ( Spodoptera litura )
  2. Tidak mengganggu musuh alami lain
  3. Mudah menyebar
  4. Aman bagi manusia, hewan dan lingkungan
  5. Mendukung pertanian berkelanjutan
SASARAN
Spesifik/khusus Ulat grayak (ulat tentara) Spodoptera litura pada tanaman Cabai, Kedelai, Kacang-kacangan, kubis dan sayuran lainnya, serta tembakau.

PETUNJUK PENGGUNAAN 
  1. Bersihkan tangki semprot dari pestisida kimia
  2. Larutkan 1 sachet (bungkus) VITURA dalam 15 liter air, aduk sampai merata dan masukkan dalam tangki semprot.
  3. Semprotkan pada seluruh bagian tanaman
  4. Penyemprotan sebaiknya sore hari
  5. Untuk pemeliharaan tanaman semprotkan setiap seminggu sekali
PERINGATAN
  1. Jangan dicampur dengan pestisida
  2. Simpan ditempat yang sejuk ( suhu 250 � 300 C ) dan terlindung dari sinar matahari langsung

Natural BVR



MENGAPA MENGGUNAKAN BVR
1. Efektif dan efisien terhadap hama sasaran
2. Tidak mematikan musuh alami
3. Selaras keseimbangan alam, mudah dan relatif murah
4. Aman terhadap lingkungan, manusia dan hewan
5. Mendukung program pertanian berkelanjutan

Penggunaan :
Natural BVR dapat diaplikasikan untuk tanaman :
Padi,Cabai, Tomat, Kacang panjang, Buncis, Semangka, Kentang, Bawang Merah & Daun, Kubis, Apel, Mangga, Coklat

Hama Sasaran :
Wereng (Nilaparvata sp.; Nephotettix sp.; Sogatella sp.), Penggerek batang padi ( Thryporhiza sp.;Chilo supressalis), Walang sangit (Leptocorixa accuta) (sasaran utama)
Thrips sp.; Aphis sp.; Tungau, Myzus sp.( sasaran lainnya)
Kutu daun Thrips sp. ; Tungau ( sasaran lainnya)
Thrips sp. ; Myzus persicae ( sasaran lainnya)
Plutella xylostella ( sasaran lainnya)
Aphis sp.; Thrips ( sasaran lainnya)
Thrips sp.; Myzus sp.; Kutu dompolan ( sasaran lainnya)
Penggerek Buah Coklat (PBK) ( sasaran lainnya)

Cara Kerja Natural BVR
  1. BVR masuk melalui mulut serangga hama, kemudian tumbuh dan berkembang menghancurkan sistem organ dari dalam. 
  2. BVR menempel pada kulit hama dan mengeluarkan enzim (Kitinase, Protease, Lipase) untuk menghancurkan kulit. 
  3. BVR mengeluarkan racun (Beauvericin, Beauveroilides, Asam oksalat) untuk membunuh hama. 
  4. Miselium tumbuh secara progresif dan muncul badan buah berwarna putih pada hama yang mati, jika hama terinfeksi tersinggung hama sehat, maka hama akan tertulari, penularan dapat melalui angin. 
  5. Kematian hama berkisar + 4-8 hari setelah terinfeksi BVR.

Petunjuk Penggunaan :
1. Dosis 1-2 gram/liter atau + 100 gram per 1000 m2
2. Semprotkan ke tanaman pada sore hari
3. Bisa dicampurkan dengan POC NASA atau Hormonik

PERINGATAN
1. Jangan dicampur dengan pestisida lain.
2. Simpan ditempat yang sejuk dan terlindung dari sinar matahari langsung.


Rabu, 29 September 2010

GLIO (Gliocladium)

Natural GLIO merupakan produk pengendali hama & penyakit tanaman dari PT. Natural Nusantara. Natural GLIO mampu menghancurkan inokulum sumber infeksi penyakit tanaman, mencegah sumber infeksi penyakit menyebar kembali dengan kolonisasi tanah oleh Natural GLIO,

GLIOCLADIUM mampu melindungi perkecambahan biji dan akar-akar tanaman dari sumber infeksi penyakit, aman terhadap lingkungan, manusia dan hewan, selaras dengan keseimbangan alam, mudah dan murah. Natural GLIO bersifat Hiperparasit terhadap pathogen penyakit tanaman, sehingga terjadi persaingan tempat hidup dan nutrisi. Natural GLIO mengeluarkan zat antibiotik yaitu Gliovirin dan Viridin yang akan mematikan pathogen penyebab penyakit tanaman dan Natural GLIO ini akan berkembang terus mengkolonisasi melindungi tanaman dari gangguan pathogen.

GLIO Ampuh untuk Hama


Natural Pentana

Natural PENTANA merupakan salah satu alternatif pengendalian hama yang efektif, efisien dan ramah lingkungan. Dibuat dari saripati beberapa tumbuhan khusus dengan proses alami. Keunggulan dari PENTANA, merupakan pengendali hama organik, mengendalikan hama sasaran secara cepat, mudah diaplikasikan di lapangan, tidak membunuh musuh alami, tidak mencemari lingkungan, mudah terurai (biodegradable)

PENTANA merupakan salah satu alternatif pengendalian hama yang efektif, efisien dan ramah lingkungan. Dibuat dari saripati beberapa tumbuhan khusus dengan proses alami.

KEUNGGULAN
1. Merupakan pengendali hama organik
2. Mengendalikan hama sasaran secara cepat
3. Mudah diaplikasikan di lapangan
4. Tidak membunuh musuh alami
5. Tidak mencemari lingkungan
6. Mudah terurai (biodegradable)

CARA PAKAI :
Campurkan 15 - 45 cc Pentana + 5 -10 cc Aero + sedikit air dalam wadah,aduk rata lalu tuangkan ke tangki semprot dan tambah air hingga penuh.

HAMA SASARAN UTAMA
Hama :
Thrips sp
Aphis sp

Dosis :
1 -3 cc/lt
1 -3 cc/lt

Tanaman :
Cabai, terong, kacang panjang, tanaman hias, jagung, tomat, jeruk, semangka, melon,m dll.

PENTANA SANG PEMBASMI HAMA